News & Updates

Mengupas Fenomena “Latah, Latah, Latah!” di Olapor Pak Trans7

By Victoria Shaw 15 min read 3036 views

Mengupas Fenomena “Latah, Latah, Latah!” di Olapor Pak Trans7

Belakangan ini, Olapor Pak Trans7 Surya Latah menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial Indonesia. Video singkat yang menampilkan Surya, seorang karyawan Trans7, mengulangi kata “Latah, Latah, Latah!” dengan ekspresi berlebihan, berhasil mengundang tawa sekaligus rasa penasaran. Mengapa sebuah cuplikan sederhana bisa menyebar begitu cepat? Berikut ulasannya.

Apa Itu Olapor Pak Trans7?

Olapor Pak adalah segmen berita ringan yang ditayangkan di jaringan televisi Trans7. Program ini biasanya menampilkan laporan lapangan dengan gaya santai, menyoroti peristiwa unik atau cerita-cerita manusia sehari-hari. Formatnya singkat, sekitar tiga hingga lima menit, sehingga cocok menjadi “snack” televisi bagi penonton yang sibuk.

Siapa Surya dan Mengapa Ia Terkenal?

Surya adalah salah satu reporter muda yang baru bergabung dengan tim Olapor Pak pada awal 2023. Ia dikenal karena kepribadiannya yang energik dan kemampuannya berinteraksi spontan dengan publik. Pada suatu hari, ketika melaporkan tentang tradisi pasar tradisional, ia tiba‑tiba terdengar “Latah, Latah, Latah!” yang kemudian dipotong menjadi klip berdurasi 15 detik.

Keunikan itu bukan sekadar kata berulang; cara Surya mengucapkannya—dengan nada melengking dan gerakan tangan yang berlebihan—menjadikannya mudah diingat dan meme‑able.

Makna di Balik “Latah, Latah, Latah!”

Kata “latah” dalam bahasa Indonesia umumnya merujuk pada perilaku meniru secara otomatis, terutama pada anak kecil yang meniru ucapan orang dewasa. Dalam konteks video, Surya tampaknya sengaja memparodikan kebiasaan tersebut, mengolok‑olok cara beberapa orang di pasar yang terkadang mengulang kata secara berlebihan ketika menjual barang.

Interpretasi lain menyebutkan bahwa “latah” di sini adalah bentuk sindiran ringan terhadap fenomena viral yang sering meniru tren tanpa memahami konteksnya.

Bagaimana Video Itu Menjadi Viral?

  • Platform TikTok dan Instagram—Klip dibagikan oleh akun resmi Trans7, lalu cepat di‑repost oleh kreator konten dengan caption lucu.
  • Algoritma yang mendukung—Video berdurasi pendek cocok untuk algoritma yang menyorot konten dengan tingkat retensi tinggi.
  • Kekuatan meme—Pengguna menambahkan teks “Latah, Latah, Latah!” ke gambar lain, menciptakan variasi yang semakin memperluas jangkauan.

Dalam seminggu pertama, video tersebut tercatat ditonton lebih dari satu juta kali, dan hashtag #LatahLatahLatah menjadi tren di Twitter Indonesia.

Reaksi Penonton dan Dampak Budaya Pop

Berbagai komentar muncul, mulai dari pujian atas kejenakaan Surya hingga kritik bahwa humor tersebut terlalu sederhana. Beberapa netizen bahkan memproduksi versi karaoke, mengubah lirik lagu populer menjadi “Latah, Latah, Latah!”.

Di sisi lain, segmen Olapor Pak melaporkan peningkatan rating selama pemutaran video tersebut, menunjukkan bahwa humor ringan memang tetap memiliki tempat khusus dalam penyiaran berita ringan.

Apakah Ada Kontroversi?

Walaupun mayoritas tanggapan bersifat positif, ada pula suara yang menilai bahwa video itu menurunkan standar jurnalistik. Kritik ini muncul terutama dari kalangan profesional media yang menganggap klip tersebut terlalu “clickbait”. Namun, Trans7 menanggapi dengan menekankan bahwa Olapor Pak memang dirancang untuk hiburan, bukan investigasi mendalam.

Bagaimana Cara Membuat Konten Serupa?

Jika Anda tertarik menghasilkan konten yang berpotensi viral, perhatikan tiga hal penting:

  • Kejutan—Sisipkan elemen tak terduga yang memancing reaksi spontan.
  • Kesederhanaan—Pesan harus mudah dipahami dalam hitungan detik.
  • Relevansi budaya—Gunakan istilah atau kebiasaan yang akrab bagi audiens lokal.

Strategi ini tidak menjamin sukses, namun meningkatkan peluang agar konten Anda beresonansi dengan penonton.

Pertanyaan Umum

  • Q: Apa asal usul kata “latah” dalam video?
  • A: Kata tersebut diambil dari istilah psikologi populer di Indonesia yang menggambarkan perilaku meniru secara otomatis, kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Surya.
  • Q: Apakah video itu resmi diproduksi oleh Trans7?
  • A: Ya, klip tersebut merupakan bagian dari segmen Olapor Pak yang diproduksi oleh tim berita ringan Trans7.
  • Q: Bagaimana saya bisa menggunakan klip tersebut untuk konten saya?
  • A: Pastikan Anda mengikuti aturan hak cipta; biasanya Trans7 mengizinkan penggunaan kembali dengan atribusi atau melalui permintaan resmi.
  • Q: Apakah fenomena “Latah, Latah, Latah!” akan kembali muncul?
  • A: Meme bersifat sementara, namun jika ada tren baru yang serupa, kemungkinan besar akan muncul lagi.

Jadwal Acara Trans7 22 Agustus 2022, Akan Tayang Jejak Si Gundul, The ...
Jadwal Acara TV Trans7 Hari Ini Kamis 8 Januari 2026: Ada Lapor Pak ...
Jadwal Trans7 Senin, 21 Oktober 2024: Just for Laugh Gags hingga Lapor ...
Jadwal Acara TRANS7 Hari Ini, Senin 27 September 2021, Jam Tayang ...

Written by Victoria Shaw

Victoria Shaw is a Senior Journalist with over a decade of experience covering business, public affairs, and community issues. She draws on interviews, original documents, and historical context to explain consequential developments and examine what they mean for the people affected.


You Might Like